Redaksi Kolonian Segala yang ada di sini, mari kita rawat dan kembangkan.

Dalam Sebuah Genggaman

1 min read

Pidato Pembukaan Pameran Kepameran

Untuk memulai suatu hal mari kita pahami realitas dewasa ini, saat ini arus digital pesat berkembang dan semakin melebar ke berbagai sektor kehidupan. Tak bisa kita mungkiri saat ini kepraktisan gaya hidup cukup membuat kita ‘nyaman’—sebab hampir segala sesuatu dapat kita lakukan dalam genggaman smartphone. Berselancar di mesin pencarian maya, rapat kerja, silaturahmi lintas jarak, membaca berita serta kisah-kisah imajinatif, menulis, hingga memublikasikan suatu karya dapat kita lakukan lewat layar smartphone.

Dalam sebuah genggaman, di tengah ketakjuban terhadap fenomena-fenomena baru yang seiring dengan itu perkembangan mengenai kreativitas terus menunjukan terus menunjukkan pesonanya. Saat ini, kreativitas dapat dilalui dengan berbagai cara, selera, dan cita rasa. Meski begitu, ketika gaya hidup atau kehidupan itu sendiri ada pada genggaman kita, kreativitas tidak semerta-merta datang dengan sukarela. Untuk menghasilkan sebuah karya, kita terlebih dahulu harus melewati ruang-ruang sunyi—ruang sunyi ini bisa saja terjadi saat kita berada di antara kemacetan dan riuhnya demonstrasi, di antara deadline pekerjaan dan ucapan ‘semangat sayang, kerjanya!’, atau di antara halte bus dan stasiun kereta. Ruang-ruang itu dapat melahirkan ide atau gagasan yang cemerlang untuk sesaat, oleh karenanya mencatat suatu peristiwa mistik sangatlah penting dan catatan-catan tersebutlah yang kemudian membawa saya pergi ke satu tempat: Kolonian

Arus digital tersebut membuka berbagai pintu yang dapat kita masuki sesuai keterampilan dan keahlian, sebuah perjalanan panjang yang mesti ditempuh dengan penuh khidmat. Sejalan dengan itu Kolonian berdiri dan kemudian di pintu ke sekian kami mengadakan Pameran Kepameran. Mulanya, Kolonian adalah sebuah media yang berfokus pada media cetak dengan wilayah kesusastraan, kesenian, sejarah, dan kebudayaan. Namun di tengah perjalanan yang sedang ditempuh, kami menyadari bahwa arus digital ini dapat dimanfaatkan, maka kemudian Kolonian dalam bentuk daring tersedia di dunia maya. Selain itu, kami menemukan antusias pada wilayah kepenulisan entah apa pun bentuknya, tulisan-tulisan tersebut dapat dengan mudah kita temukan lewat handphone yang sedang kita kantongi. Mereka bertebaran di berbagai tempat lalu dengan intuitif, kami wadahi tulisan-tulisan tersebut di kamar yang Kolonian sediakan.

Perjalanan kami terus berlanjut, THR Kolonian dan Panggilan Ilustrasi adalah beberapa langkah yang kami tempuh untuk mengenalkan Kolonian kepada khalayak. Hingga kemudian tibalah kami pada momen ini sebagai bentuk merayakan setengah tahun telah melangkah, juga sebagai upaya dari kami dalam merekam, mengarsipkan, memublikasikan, serta mengapresiasi para pengguna di website kolonian.is yang telah menempuh perjalanan dengan susah payah dalam mengambil kontribusi dalam dunia kepenulisan di Indonesia. Pameran Kepameran kami adakan dan langsungkan selama satu pekan terhitung mulai hari ini. Dengan penuh khidmat dan berusaha memaknai judul pameran ini, kami gunakan judul ‘Pameran Kepameran’ sebagai sarana mempertunjukkan bahasa Indonesia yang memiliki kosakata yang tidak banyak-banyak amat tetapi mampu memberikan kedalaman makna yang kami mau.

Dalam rangkaian ekshibisi ini kami menawarkan berbagai medium dari tulisan, foto, serta karya ilustrasi yang ada di website kolonian.is. Ketiga unsur tersebut kami kawinkan juga dengan kesenian digital. Agar semakin mesra, kami putarkan gramofon untuk melengkapi perayaan Pameran Kepameran.

Harapan dari kegiatan ekshibisi ini adalah untuk mewadahi dan terus memberikan inovasi pada medium publikasi untuk mewartakan karya para penulis yang cukup potensial dalam kancah kepenulisan di Indonesia, serta untuk memperluas jangkauan dan memperbanyak koloni Kolonian ke berbagai sektor.

Redaksi Kolonian Segala yang ada di sini, mari kita rawat dan kembangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.