Kemarin, Sekarang, dan Nanti

33 sec read

Catatan ini merupakan alternatif untuk memahami ilustrasi di atas:

Wujud bocah kecil yang mengintip dari balik pintu bercoretkan senyum, di mana pada masa jaya, masa bersinar menjadi awal sebuah perjalanan yang dipenuhi berbagai harapan. Di balik pintu yang setengah terbuka terpampang pemandangan haru betapa tua dan rentanya dirimu, Bogor.

Bulatan bewarna merah merupakan sikap skeptis untuk menikmati ‘Bogor’ dari berbagai perspektif. Dari sikap skeptis itu yang pada akhirnya lahir keterlenaan pada saat momen menikmati Bogor. Namun sikap skeptis itu tetap didasari rasa cinta terhadap tanah sebagai tempat berpijak yang selalu berhasil memikat siapa pun yang memerhatikannya, hal itu disimbolkan dengan bulatan biru yang diameternya lebih kecil.

Ilustrasi ini dibuat berdasarkan pemaknaan dari puisi karya Teguh Tri Fauzi yang menjadi tema Panggilan Ilustrasi.

Karya dibuat 100% asli oleh Rio (Cah Ndeso), jika di kemudian hari saya terbukti menjiplak karya orang lain, saya siap bertanggung jawab terhadap pernyataan saya.

Medium karya: Digital ilustrasi menggunakan Photoshop

Tahun Pembuatan: 2022


Cah Ndeso, Juli 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.